Berita

Informasi terkait digitalisasi aksara Nusantara.

PANDI Percepat Digitalisasi Aksara Nusantara

Mimdan— 27 Januari 2021 13:04

Setelah meluncurkan program dalam upaya mendukung digitalisasi aksara nusantara pada Desember 2020 lalu, PANDI yakin program itu akan lebih baik pada 2021.

Sejauh ini sudah ada 7 aksara daerah yang sedang dalam proses digitalisasi, yaitu Jawa, Sunda, Bugis (Lontara), Rejang, Batak, Makassar, dan Bali.

“Sebelum digitalisasi itu kan ada digitisasi, ini yang sedang kita usahakan terus,” kata Ketua PANDI, Yudho Giri Sucahyo dalam konferensi pers, Rabu (27/1/2021).

Setelah dilakukan digitisasi, yakni menghadirkan aksaranya, kata dia, baru selanjutnya masuk ke tahap digitalisasi. Pada proses ini dia mengaku bekerja sama dengan komunitas terkait dan pemerintah daerah setempat.

Digitisasi Aksara di Unicode sendiri adalah suatu standar teknis pengodean internasional mengenai teks dan simbol dari sistem tulisan di dunia untuk ditampilkan pada komputer, laptop, atau ponsel.

Selain ketujuh aksara tadi yang sedang diproses, Yudho menyebut masih ada 20 aksara daerah lain yang menunggu untuk didigitisasi.

Tulisan Lainnya


September Ini Unicode Aksara Kawi Segera Rilis

Ada kabar menggembirakan terkait digitalisasi aksara nusantara. Aksara Kawi akan segera masuk ke dalam standar Unicode. Hal ini berarti, akan ada delapan aksara nusantara yang memenuhi standar Unicode.

Pengumuman Pemenang Lomba Kaligrafi Aksara Nusantara

Para juri hanya mengamati gambar, sedangkan nama pembuat karya baru dimunculkan oleh panitia setelah juri memutuskan para pemenang. Setelah menelaah, mencermati, dan menimbang karya-karya peserta, para juri memutuskan pemenang sebagai berikut.

Didukung PANDI: Kemenag Akan Gelar Kongres Digitalisasi Aksara Pegon

Kegiatan persiapan prakongres Aksara Pegon dihadiri juga para Pegiat Aksara. Forum ini menyepakati bahwa salah satu cara agar digitalisasi Aksara Pegon dapat terwujud diperlukan beberapa tahapan.

Lomba Kaligrafi Aksara Nusantara (Q&A)

Lomba ini dapat diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia dari semua kalangan, diselenggarakan oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) bekerja sama dengan Yayasan Kebudayaan Rancagé. Berikut adalah pertanyaan yang sering diajukan kepada panitia.

Aksara Nusantara Diwacanakan jadi Bagian TKDN Perangkat Digital

Ini sebagai tindak lanjut penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) terhadap Font, Papan tombol, Transliterasi Aksara Jawa, Sunda dan Bali. Upaya mendorong TKDN Aksara Nusantara pada perangkat digital

Pendaftaran Aksara Kawi ke Unicode

Dengan masuknya Aksara Kawi ke Unicode kemudian menjadi peluang untuk revitalisasi Aksara Kawi di dunia digital yang akan didukung penggunaannya melalui SNI.