Berita

Informasi terkait digitalisasi aksara Nusantara.

Aksara Nusantara Menuju Standar Nasional Indonesia

Ilustrasi tata letak papan ketik yang akan distandarkan. (MIMDAN)

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) dan pegiat aksara telah menyelesaikan rancangan SNI1, dokumen Rancangan Standar Nasional Indonesia 1 (RSNI 1) untuk Fon dan Papan Ketik yang sudah dikirimkan secara formal ke Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada 13 Oktober 2021. Dokumen tersebut diserahkan ke Sekretariat Komisi Teknis (Komtek) 35-02 Komunikasi Digital, sebagai bahan pembahasan pada rapat teknis pada 18 Oktober 2021.

Ratih Ayu, staf PANDI yang mengawal proses standardisasi ke BSN, menjelaskan penyerahan dokumen tersebut sudah sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh BSN. "Proses perumusan standardisasi oleh para pegiat aksara nusantara sejauh ini masih on track. Berkat kerja keras mereka, pada akhirnya dokumen standardisasi fon dan papan ketik bisa rampung, dan bisa kami (PANDI) submit tepat waktu ke BSN sesuai dengan timeline yang ditentukan," ujar Ayu dalam keterangan pers, Jumat (15/10).

Menurut Ayu, dalam dokumen standardisasi yang didaftarkan memuat tiga aksara yang akan masuk dalam penetapan terlebih dahulu, yaitu aksara Jawa, Sunda, dan Bali. "Untuk saat ini baru 3 aksara yang siap didaftarkan, yaitu aksara Jawa, Sunda, dan Bali. Untuk selanjutnya, PANDI berencana mendaftarkan aksara nusantara lainnya," tukasnya.

Merespons hal tersebut, Mayastria Yektiningtyas, Analis Standardisasi Ahli Madya selaku Koordinator Kelompok Substansi Pengembangan Standar Transportasi dan Teknologi Informasi BSN, menambahkan proses perumusan SNI tersebut berdasar surat Deputi Pengembangan Standar BSN No 674/BSN/C0-c2/08/2021, perihal : Penyampaian tindak lanjut usulan PNPS Kebutuhan mendesak tahun 2021 tanggal 10 Agustus 2021 dan Peraturan BSN No 3 tahun 2018, maka perkiraan waktu penyelesaian SNI tersebut adalah 4 bulan. SNI usulan masyarakat tersebut diproyeksikan sudah bisa diajukan penetapan pada Desember 2021.

Heru Nugroho, Wakil Ketua Bidang Pengembangan Usaha, Kerjasama dan Pemasaran PANDI, menambahkan pada tahun depan PANDI akan mendaftarkan aksara nusantara lainnya ke BSN untuk mendapatkan SNI.

Berdasarkan rapat dengan Pemprov Lampung dan pegiat aksara Lampung, diproyeksikan aksara Lampung didaftarkan tahun depan. "Setelah melalui audiensi dengan Pihak Pemprov Lampung juga pegiat aksara beberapa waktu yang lalu, kami sepakat akan mendaftarkan Standardisasi aksara Lampung tahun depan. Dan juga rencananya akan diadakan Kongres Aksara Lampung untuk pembakuan Standardisasi aksara Lampung, " pungkas Heru.

Tulisan Lainnya


Aksara Nusantara: Bukan Hanya Dilestarikan, Tapi Diterapkan

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mengadakan Webinar melalui aplikasi zoom, Kamis (9/9). Kegiatan tersebut digelar untuk menyambut Hari Aksara Internasional yang selalu diperingati setiap tanggal 8 September, dengan mengusung tema “Back To The Future: Peran Aksara Nusantara Pada Era Industri 4.0”.

Aksara Jawa, Sunda, dan Bali akan Didaftarkan Bersamaan ke BSN

Pengajuan dokumen Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) untuk standar papan ketik, fon, dan transliterasi aksara Jawa serta Sunda ke Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang diajukan oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi), tidak bisa diajukan satu persatu.

Bahasa dan Aksara Asli sebagai Akar Ketahanan Digital

Membangun ketahanan digital bangsa ini, kita memerlukan metode pengamanan yang tidak dimiliki bangsa lain. Bahasa dan aksara asli dapat dijadikan piranti untuk memperkokoh “serangan digital” dari negara lain.

Aksara Jawa dan Sunda segera Memperoleh Standardisasi

Setelah melalui diskusi panjang selama simposium berlangsung, akhirnya pegiat aksara Sunda, akademisi dan seluruh stakeholder yang terlibat dapat menyepakati standar papan ketik, fon dan transliterasi aksara Sunda. Ini akan kita ajukan kepada BSN dalam waktu dekat

Aksara Sunda dalam Gaya Kaligrafi

Untuk aksara Sunda, kelihatannya belum begitu berkembang dalam gaya kaligrafi. Di masyarakat sekarang, aksara Sunda tampaknya baru digunakan untuk menulis biasa atau standar persis seperti bentuk dasarnya.

PANDI: Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Pegon

Acara tersebut merupakan kolaborasi Pandi.id dengan penggiat aksara pegon dalam upaya menginisiasi digitalisasi aksara ditengah perkembangan zaman yang begitu cepat. Dialog Publik tersebut berlangsung tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.