Lomba Cipta Lagu

Halaman

Informasi terkait digitalisasi aksara Nusantara.

Tentang Merajut Indonesia

Mimdan— 24 Mei 2020 08:30

Merajut Indonesia dibentuk oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) sebagai respons terhadap globalisasi dan modernisasi dengan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya yang menjadi ciri masyarakat Indonesia. Salah satu program Merajut Indonesia adalah Digitalisasi Aksara Nusantara (selanjutnya disebut MIMDAN), yaitu upaya pelestarian dan pengembangan aksara supaya generasi berikutnya tetap bisa mengetahui aksara Nusantara di perangkat digital.

Kegiatan MIMDAN akan terus bersentuhan dengan hal-hal yang bersifat digital semisal aplikasi web, aplikasi telepon cerdas (smartphone), basis data, pengarsipan digital, dan sebagainya. Ada pun kegiatan yang dirumuskan MIMDAN adalah pengumpulan referensi aksara Nusantara, pembuatan dan pengumpulan fonta (font), standardisasi aksara, pendaftaran aksara ke UNICODE, implementasi aksara dalam berbagai perangkat, pendaftaran ke ICANN, serta kegiatan lain sesuai perkembangan.

MIMDAN tidak bekerja sendirian. Kami telah merangkul banyak pihak seperti lembaga pemerintah baik pusat maupun daerah, komunitas, media, dan pegiat aksara, untuk bersama-sama mengembangkan program ini. Ada banyak kegiatan yang telah kami lakukan sejak tahun 2020, mulai dari perlombaan pembuatan website menggunakan aksara nusantara, diskusi atau webinar, hingga selebrasi digitalisasi aksara di beberapa daerah. Dalam kegiatan ini, kami juga mendapat dukungan dari UNESCO.

Kami juga memandang bahwa media memiliki peranan yang sangat penting untuk turut serta mengabarkan keberadaan aksara di Nusantara kepada masyarakat luas. Karena itu, pada tanggal 28 Januari 2021, kami  menggelar Training dan Fellowship Jurnalis terkait jejak dan digitalisasi aksara Nusantara. Tujuannya antara lain untuk memperkaya pemahaman para jurnalis terhadap digitalisasi dan aksara-aksara di nusantara. Hasilnya terbilang menggembirakan, beberapa tulisan hasil fellowship tersebut dapat dibaca di laman ini.

Akhirnya, kami berharap kegiatan MIMDAN dapat memberi konstribusi bagi revitalisasi dan pengembangan kebudayaan Nusantara. Setidaknya ada dua hal yang menjadi tujuan kami. Pertama, aksara Nusantara dapat digunakan di berbagai perangkat digital. Ini untuk memudahkan masyarakat, terutama generasi muda, untuk mempelajari aksara Nusantara melalui metode kekinian. Kedua, ketersediaan basis data (database) aksara Nusantara sebagai rujukan bagi peneliti, akademisi, atau siapa pun yang ingin mendalami aksara Nusantara lebih jauh.

Tulisan Lainnya


Masih Ada Waktu, Ayo Ikutan Lomba Cipta Lagu Anak-anak Bahasa Daerah!

Panitia Lomba Cipta Lagu Anak-anak Bahasa Daerah telah memperpanjang batas waktu pengiriman karya. Lomba ini semula lomba ini akan ditutup tanggal 31 Juli 2022, kemudian diperpanjang ke tanggal 15 September 2022.

Pengumuman Pemenang Lomba Kaligrafi Aksara Nusantara

Para juri hanya mengamati gambar, sedangkan nama pembuat karya baru dimunculkan oleh panitia setelah juri memutuskan para pemenang. Setelah menelaah, mencermati, dan menimbang karya-karya peserta, para juri memutuskan pemenang sebagai berikut.

Didukung PANDI: Kemenag Akan Gelar Kongres Digitalisasi Aksara Pegon

Kegiatan persiapan prakongres Aksara Pegon dihadiri juga para Pegiat Aksara. Forum ini menyepakati bahwa salah satu cara agar digitalisasi Aksara Pegon dapat terwujud diperlukan beberapa tahapan.

Lomba Kaligrafi Aksara Nusantara (Q&A)

Lomba ini dapat diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia dari semua kalangan, diselenggarakan oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) bekerja sama dengan Yayasan Kebudayaan Rancagé. Berikut adalah pertanyaan yang sering diajukan kepada panitia.

Aksara Nusantara Diwacanakan jadi Bagian TKDN Perangkat Digital

Ini sebagai tindak lanjut penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) terhadap Font, Papan tombol, Transliterasi Aksara Jawa, Sunda dan Bali. Upaya mendorong TKDN Aksara Nusantara pada perangkat digital

Pendaftaran Aksara Kawi ke Unicode

Dengan masuknya Aksara Kawi ke Unicode kemudian menjadi peluang untuk revitalisasi Aksara Kawi di dunia digital yang akan didukung penggunaannya melalui SNI.