Berita

Informasi terkait digitalisasi aksara Nusantara.

Upaya PANDI Mendigitalisasi Aksara Kuno Dapat Dukungan Sri Sultan dan Menkominfo

Mimdan— 04 November 2020 20:03
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X seusai menggelar pertemuan di Kepatihan, Yogyakarta (Hmas Pemda DIY)

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menggelar pertemuan dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Dalam pertemuan yang diikuti dewan pengurus Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) tersebut secara eksplisit terungkap dukunganMenteri Kominfo dan Gubernur DIY pada upaya digitalisasi aksara daerah.

Ketua PANDI Yudho Giri Sucahyo menyatakan sangat bersyukur atas dukungan yang diberikan Menkominfo dan Gubernur DIY, dalam pertemuan yang digelar di Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (16/10/2020) lalu tersebut.

Dia mengatakan, upaya digitalisasi aksara daerah di indonesia yang merupakan warisan leluhur bangsa nusantara tidak luput dari peran PANDI yang secara aktif bersama pegiat aksara daerah bersama-sama mengawal proses digitalisasi aksara-aksara daerah hingga saat ini.

Yudho mengatakan, proses digitalisasi aksara Jawa sudah hampir rampung, dan sudah masuk ke tahap selanjutnya.

“Dalam balasan yang kami terima dari ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers), saat ini progres digitalisasi aksara jawa sudah mencapai 80%, dan masuk dalam tahap peninjauan stabilitas DNS yang kita punya,” ungkapnya.

Dia menegaskan, PANDI bertekad menjadikan seluruh aksara daerah di Indonesia yang masih bisa terlacak jejaknya untuk dijadikan alternatif nama domain internet atau dalam istilah spesifiknya adalah IDN – ccTLD (Internationalized Domain Name – country code Top Level Domain).

Bersama dengan komunitas penggiat aksara, PANDI akan mendigitisasikan aksara yang belum terdaftar di Unicode.

Unicode adalah standar dalam dunia komputer untuk pengkodean (encoding) karakter tertulis dan teks yang mencakup hampir semua sistem penulisan yang ada di dunia.

Melalui Unicode, pertukaran data teks dapat terjadi secara universal dan konsisten.

Sementara itu, untuk meningkatkan literasi aksara daerah, PANDI bersama pegiat aksara jawa dan sunda sudah menggelar lomba pembuatan website dengan konten aksara daerah tersebut, adapun pemenangnya akan diumumkan di akhir tahun.

“Selain Jawa dan Sunda, minggu depan menyusul lomba pembuatan website dengan konten aksara bali, sebuah kerjasama antara PANDI dan FIB Universitas Udayana. Bulan depan akan dimulai lomba aksara lontara, sebuah kerjasama antara PANDI dan Yayasan Lontara Nusantara,” ungkap Yudho.

Yudho menambahkan, upaya digitalisasi aksara daerah lainnya akan segera menyusul untuk didaftarkan.

“Akhir tahun ini semoga aksara jawa sudah bisa terdigitisasi di internet, sehingga kami bisa mengupayakan pendaftaran aksara lainnya pada tahun 2021 mendatang,” jelasnya.

Ada sekitar 2 atau 3 aksara yang akan didaftarkan, yaitu Sunda, Lontara menyusul Bali, disusul aksara Rejang, Pegon, Kawi dan lainnya pada tahun-tahun berikutnya.

Tulisan Lainnya


September Ini Unicode Aksara Kawi Segera Rilis

Ada kabar menggembirakan terkait digitalisasi aksara nusantara. Aksara Kawi akan segera masuk ke dalam standar Unicode. Hal ini berarti, akan ada delapan aksara nusantara yang memenuhi standar Unicode.

Pengumuman Pemenang Lomba Kaligrafi Aksara Nusantara

Para juri hanya mengamati gambar, sedangkan nama pembuat karya baru dimunculkan oleh panitia setelah juri memutuskan para pemenang. Setelah menelaah, mencermati, dan menimbang karya-karya peserta, para juri memutuskan pemenang sebagai berikut.

Didukung PANDI: Kemenag Akan Gelar Kongres Digitalisasi Aksara Pegon

Kegiatan persiapan prakongres Aksara Pegon dihadiri juga para Pegiat Aksara. Forum ini menyepakati bahwa salah satu cara agar digitalisasi Aksara Pegon dapat terwujud diperlukan beberapa tahapan.

Lomba Kaligrafi Aksara Nusantara (Q&A)

Lomba ini dapat diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia dari semua kalangan, diselenggarakan oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) bekerja sama dengan Yayasan Kebudayaan Rancagé. Berikut adalah pertanyaan yang sering diajukan kepada panitia.

Aksara Nusantara Diwacanakan jadi Bagian TKDN Perangkat Digital

Ini sebagai tindak lanjut penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) terhadap Font, Papan tombol, Transliterasi Aksara Jawa, Sunda dan Bali. Upaya mendorong TKDN Aksara Nusantara pada perangkat digital

Pendaftaran Aksara Kawi ke Unicode

Dengan masuknya Aksara Kawi ke Unicode kemudian menjadi peluang untuk revitalisasi Aksara Kawi di dunia digital yang akan didukung penggunaannya melalui SNI.