Lomba Cipta Lagu

Berita

Informasi terkait digitalisasi aksara Nusantara.

Masih Ada Waktu, Ayo Ikutan Lomba Cipta Lagu Anak-anak Bahasa Daerah!

Panitia Lomba Cipta Lagu Anak-anak Bahasa Daerah telah memperpanjang batas waktu pengiriman karya. Lomba ini diselenggarakan oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) melalui program Merajut Indonesia melalui Digitalisasi Aksara. Semula lomba ini akan ditutup tanggal 31 Juli 2022, kemudian diperpanjang ke tanggal 15 September 2022.

Menurut Ratih Ayu, Divisi Pengembangan Usaha dan Kerja Sama PANDI, pengunduran lomba tidak maksudkan untuk menjaring peserta sebanyak-banyaknya, juga bukan karena kekurangan peserta.

“Sampai hari ini (20/07/2022), peserta Lomba Cipta Lagu Anak-anak Bahasa Daerah sebanyak 286. Jumlah tersebut sebenarnya sudah cukup untuk suatu lomba. Namun, ada hal-hal lain yang kami pertimbangkan sehingga lomba ini diundur,” tutur Ayu.

Ayu menambahkan bahwa tidak semua peserta memahami alur lomba. Selain itu, ada juga yang terkendala dengan teknis unggah karya di web lagu.merajutindonesia.id. Hal ini disebabkan koneksi internet yang belum merata beberapa daerah, juga perlu waktu untuk adaptasi bagi peserta yang masih awam dengan konsep lomba berbasis aplikasi.

“Mereka sudah membuat lagu, tapi ada kesulitan untuk mengirimkannya. Karena itulah kita memberi tambahan waktu,” ucap Ayu.

Hal senada disampaikan tim dari PANDI lainnya, Fajar Yugaswara. Beberapa peserta sulit mencari orang yang bersedia memvalidasi lirik lagu. Salah satu syarat pada lomba ini adalah harus ada tanda tangan dari ahli bahasa setempat untuk lirik lagu yang dibuat oleh peserta.

“Definisi ahli bahasa yang kami maksud sebenarnya tidak selalu mengacu pada orang akademis. Pada intinya, yang menandatangani lirik lagu adalah yang menguasai bahasa daerah tersebut, baik secara arti maupun kaidah. Ia bisa seorang guru bahasa daerah, dosen, atau tokoh masyarakat yang memahami bahasa tersebut,” kata Fajar.

Syarat ini diperlukan agar juri lebih mudah mengkonfirmasi jika ada hal yang perlu ditanyakan terkait lirik, sebab para juri tidak mungkin menghubungi peserta. Selain itu, persyaratan ini juga merupakan upaya agar lirik yang digunakan bukan saja memiliki makna, tapi juga sudah benar secara bahasa.

Maka sebagai dukungan pada peserta, panita Lomba Cipta Lagu Anak-anak Bahasa Daerah akan mengadakan workshop melalui Zoom yang akan diselenggarakan tanggal 22 Juli 2022 pukul 15.30—17.00. Pada workshop ini akan ada penjelasan teknis mulai dari pendaftaran sampai submit karya, serta hal-hal lain terkait lagu anak-anak bahasa daerah.

Tulisan Lainnya


Pengumuman Pemenang Lomba Kaligrafi Aksara Nusantara

Para juri hanya mengamati gambar, sedangkan nama pembuat karya baru dimunculkan oleh panitia setelah juri memutuskan para pemenang. Setelah menelaah, mencermati, dan menimbang karya-karya peserta, para juri memutuskan pemenang sebagai berikut.

Didukung PANDI: Kemenag Akan Gelar Kongres Digitalisasi Aksara Pegon

Kegiatan persiapan prakongres Aksara Pegon dihadiri juga para Pegiat Aksara. Forum ini menyepakati bahwa salah satu cara agar digitalisasi Aksara Pegon dapat terwujud diperlukan beberapa tahapan.

Lomba Kaligrafi Aksara Nusantara (Q&A)

Lomba ini dapat diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia dari semua kalangan, diselenggarakan oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) bekerja sama dengan Yayasan Kebudayaan Rancagé. Berikut adalah pertanyaan yang sering diajukan kepada panitia.

Aksara Nusantara Diwacanakan jadi Bagian TKDN Perangkat Digital

Ini sebagai tindak lanjut penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) terhadap Font, Papan tombol, Transliterasi Aksara Jawa, Sunda dan Bali. Upaya mendorong TKDN Aksara Nusantara pada perangkat digital

Pendaftaran Aksara Kawi ke Unicode

Dengan masuknya Aksara Kawi ke Unicode kemudian menjadi peluang untuk revitalisasi Aksara Kawi di dunia digital yang akan didukung penggunaannya melalui SNI.

Aksara Kawi dan Pegon Segera Dapat SNI, PANDI Siap Daftarkan IDN ke ICANN

Kedua aksara tersebut sudah diusulkan melalui website sispk.bsn.go.id di mana saat ini dalam tahap proses publikasi oleh BSN untuk menjaring pendapat masyarakat. Selanjutnya akan diajukan ke KKPS untuk rekomendasi penetapan menjadi PNPS.