Berita

Informasi terkait digitalisasi aksara Nusantara.

Dari Simposium Digitalisasi Aksara Sunda

Aksara Jawa dan Sunda segera Memperoleh Standardisasi

Mimdan— 08 Juni 2021 18:34
Peserta FGD tengah merumuskan standardisasi aksara Sunda untuk SNI di Balai Kota Bogor, 7-8 Juni 2021. ((Mimdan))

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia telah menyelenggarakan Simposium Digitalisasi Aksara Sunda pada awal pekan ini. Salah satu agenda dalam acara tersebut adalah Forum Diskusi Terpumpun (FGD) yang membahas standardisasi fon, papan ketik dan transliterasi.  Hasil rumusan FGD nantinya akan diajukan kepada Badan Standarisasi Nasional (BSN) untuk mendapatkan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Mohamad Shidiq Purnama, Chief Registry Officer PANDI mengatakan bahwa setelah peserta FGD berdikusi selama dua hari kemarin, sekarang sudah didapatkan standar fon, papan ketik dan transliterasi yang disepakati bersama.

"Setelah melalui diskusi panjang selama simposium berlangsung, akhirnya kami bersama pegiat aksara Sunda, akademisi dan seluruh stakeholder yang terlibat dapat menyepakati standar papan ketik, fon dan transliterasi aksara Sunda. Ini akan kita ajukan kepada BSN dalam waktu dekat,” terang Shidiq.

Lebih lanjut Shidiq mengatakan bahwa besar kemungkinan pengajuan standardisasi aksara Sunda dan aksara Jawa kepada BSN akan dilakukan secara bersamaan.

"Standar aksara Jawa telah kita rampungkan pada Kongres Aksara Jawa di Jogja beberapa bulan lalu. Hari ini kita juga sudah mendapatkan hasil standardisasi aksara Sunda melalui kegiatan simposium. Oleh karena itu, kami optimis bisa mendaftarkan standardisasi aksara Jawa dan aksara Sunda ke BSN secara bersamaan," ucap Shidiq.

Dalam hal pendaftaran standarisasi kepada BSN, Ratih Ayu selaku staf PANDI yang mengawal kegiatan tersebut menjelaskan beberapa hal terkait proses pendaftaran yang sedang diupayakan saat ini.

"Kami dari PANDI mencoba memasifkan penggunaan aksara dengan mendigitalisasikan aksara nusantara, sehingga itu bisa menjadi bukti untuk menaikkan status di UNICODE. Ada beberapa proses yang mesti dilalui, salah satunya memperoleh SNI dan selanjutnya ISO. Transliterasi, fon dan papan ketik yang standar menjadi syarat dalam pengajuan tersebut,” tutur Ayu.

Agar memperoleh SNI untuk fon, papan ketik, dan transliterasi pada beberapa aksara,  PANDI bekerjasama dengan BSN. Menurut Ayu, saat ini yang sudah dikerjakan adalah aksara Jawa dan akan segera menyusun dokumen aksara Sunda setelah kegiatan simposium.

"Setelah aksara Jawa, selanjutnya kami sedang mengupayakan aksara Sunda kepada BSN. Keduanya akan dikerjakan secara paralel agar segera mendapatkan SNI terkait dengan transliterasi, fon dan papan ketik. Kami juga tengah mengupayakan bekerja sama dengan Kemenko PMK supaya mendukung kegiatan Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara (MIMDAN)," pungkasnya.

Tulisan Lainnya


Aksara Nusantara Menuju Standar Nasional Indonesia

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) dan pegiat aksara telah menyelesaikan rancangan SNI1, dokumen Rancangan Standar Nasional Indonesia 1 (RSNI 1) untuk Fon dan Papan Ketik yang sudah dikirimkan secara formal ke Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Aksara Nusantara: Bukan Hanya Dilestarikan, Tapi Diterapkan

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mengadakan Webinar melalui aplikasi zoom, Kamis (9/9). Kegiatan tersebut digelar untuk menyambut Hari Aksara Internasional yang selalu diperingati setiap tanggal 8 September, dengan mengusung tema “Back To The Future: Peran Aksara Nusantara Pada Era Industri 4.0”.

Aksara Jawa, Sunda, dan Bali akan Didaftarkan Bersamaan ke BSN

Pengajuan dokumen Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) untuk standar papan ketik, fon, dan transliterasi aksara Jawa serta Sunda ke Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang diajukan oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi), tidak bisa diajukan satu persatu.

Bahasa dan Aksara Asli sebagai Akar Ketahanan Digital

Membangun ketahanan digital bangsa ini, kita memerlukan metode pengamanan yang tidak dimiliki bangsa lain. Bahasa dan aksara asli dapat dijadikan piranti untuk memperkokoh “serangan digital” dari negara lain.

Aksara Sunda dalam Gaya Kaligrafi

Untuk aksara Sunda, kelihatannya belum begitu berkembang dalam gaya kaligrafi. Di masyarakat sekarang, aksara Sunda tampaknya baru digunakan untuk menulis biasa atau standar persis seperti bentuk dasarnya.

PANDI: Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Pegon

Acara tersebut merupakan kolaborasi Pandi.id dengan penggiat aksara pegon dalam upaya menginisiasi digitalisasi aksara ditengah perkembangan zaman yang begitu cepat. Dialog Publik tersebut berlangsung tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.