Bahasa

Bahasa daerah di Indonesia.

Bahasa Melayu

Di Provinsi Sumatera Utara

Bahasa Melayu yang berada di Provinsi Sumatra Utara dituturkan di Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat; Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat; Desa Sei Sakat, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu; Desa Cinta Air, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai; Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang; Desa Dolok Manampang, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai; Desa Asahan Mati, Desa Bagan Asahan, Desa Bagan Asahan Baru, dan Desa Bagan Asahan Pekan, Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan; Kecamatan Muara Sipongi, Kabupaten Mandailing Natal;Kelurahan Sorkam, Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah; Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat; dan Kota Medan.

Bahasa Melayu di Provinsi Sumatra Utara terdiri atas 11 dialek, yaitu(1) dialek Stabat Lama, (2) dialek Secanggang (Langkat), (3) dialek Sungai Sakat (Labuhanbatu), (4) dialek Cinta Air, (5) dialek Hamparan Perak, (6) dialek Dolok Manampang (Deli Serdang), (7) dialek Tanjung Balai Asahan, (8) dialek Muara Sipongi (Tapanuli Selatan), (9) dialek Sorkam (Tapanuli Tengah), (10) dialek Binjai, dan (11) dialek Medan.

(1) Dialek Stabat Lama dituturkan di Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat; (2) dialek Secanggang (Langkat) dituturkan di Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat; (3) dialek Sungai Sakat (Labuhanbatu) dituturkan di Desa Sei Sakat, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu; (4) dialek Cinta Air dituturkan di Desa Cinta Air, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai; (5) dialek Hamparan Perak dituturkan di Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang; (6) dialek Dolok Manampang (Deli Serdang) dituturkan di Desa Dolok Manampang, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatra Utara; (7) dialek Tanjung Balai Asahan dituturkan di Desa Asahan Mati, Desa Bagan Asahan, Desa Bagan Asahan Baru, dan Desa Bagan Asahan Pekan, Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan; (8) dialek Muara Sipongi (Tapanuli Selatan) dituturkan di Kecamatan Muara Sipongi, Kabupaten Mandailing Natal; (9) dialek Sorkam (Tapanuli Tengah) dituturkan di Kelurahan Sorkam, Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah; (10) dialek Binjai dituturkan di Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat; dan (11) dialek Medan dituturkan di Kota Medan.

Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, persentase perbedaan kesebelas dialek tersebut berkisar berkisar 51%—71,50% (beda dialek). Isolek Melayu merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar 81%—100% jika dibandingkan dengan bahasa Batak, Jawa, Gayo, Minangkabau, dan Nias.